Archives for the month of: September, 2013

2
Selamat pagi… Selamat beraktifitas. Itu adalah ucapan rutin di keluarga kecil kami saat akan melakukan aktifitas pagi. Dan kebiasan kami pun berlanjut dengan sarapan pagi dengan menu yang praktis, ringan, sekaligus sehat. Saya dan si Ayah memang membiasakan untuk sarapan dulu sebelum bekerja. Yaa memang notabene si Ayah yang bekerja dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari Tangerang Selatan ke Jakarta Selatan, membutuhkan tenaga yang ekstra.

Di sela kegiatan sarapan pagi, saya pun menyiapakan bekal makan siang untuk dibawa di Ayah bekerja. Memang sih, menyiapkan bekal dengan menu yang simpel namun penuh gizi butuh perjuangan. Ya maklum saja, takut bosen sih kalau menu bekalnya itu-itu aja. Karena waktunya untuk membuat bekal makan siang ini cukup mepet, yaaa saya pun kadang menyiasati dengan menu yang simpel ga butuh waktu lama untuk membuatnya. Contohnya: Tumis buncis dengan lauk tongkol sambal balado. Tempe kemul tepung dengan sayur kuah kecambah *resepnya ada di blog saya 🙂 *, Telor Gobal-Gabul (Telor dadar dengan ekstra bumbu) dan sup sayur sehat. Read the rest of this entry »

Advertisements

1
Ntah kenapa akhir-akhir ini wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya terik cuaca sangat panas sekali… Sampai-sampai kepala terasa pusing banget… Okeee es sirup selalu siap untuk diminum… dan es sirup ini minuman wajib buat keluarga saya.. terutama si Ayah RW, dialah yang selalu mengecek apakah keberadaan sirup masih tersedia di kulkas hehehe 😀

Sembari membuat es sirup favorit *ga berani sebut merk* 🙂 saya pun “bersih-bersih” isi kulkas. Maklum tadi pagi ga sempat masak, yaaa masaknya hanya untuk bekal makan siang si Ayah RW. Setelah 10 menit berlalu, saya menemukan sebungkus kecambah. Waahhh lumayan nihhh, buat makan siang. Okeee resep pertama mau coba dibikin tumis kecambah. Aahhh… kemarin sepertinya udah deh menu tumis buncis. Siang-siang gini pengen yang berkuah yang segar, Sippp Lontong Balap ala ala ala guwe… Yaaa ala ala ala guwe (baca:saya) hahaha… Maklum yaa, ini baru pertama kali bikin longtong balap. Selama ini kalau pengen lontong Balap tinggal request aja ke mama 🙂

Dan saya beruntung banget, kalau beberapa hari kemarin dapat kiriman Petis Udang khas Sidoarjo, yang memang dijamin rasanya juara banget. Beneran, ini petis ga ada yang bisa ngalahin \:D/ Okee deal, menu makan siang ini Lontong Balap ala ala guwe hehehehe….

Pertama saya harus menyiapkan :
1. 3 siung bawang putih, cincang
2. 2 siung bawang merah, cincang
3. 1 batang daun bawang, cincang
4. Daging sapi sesuai selera
5. Tomat, potong dadu
6. kurang lebih 700 ml kaldu sapi (kalau saya sihhh ya dikira-kira yang cukup untuk porsi 4 orang)
7. Garam, gula, merica, kaldu bubuk sapi secukupnya dan sesuai selera

Eitttsss… ini bahan pendukung lontong balapnya jangan lupa… ini berhasil saya timbun di dapur dan ternyata berguna *surak*
1. Kecambah yang segar dan udah di cuci
2. Mie telor kering.
kalau mau di pakai langsung aja direbus di air. airnya kasih sedikit minyak sayur biar ga lengket. Kalau saya sih cara merebus mienya hampir sama dengan cara merebus pasta.
3. Tahu goreng yang plain.
Maksudnya plain itu ga perlu di kasih bumbu apa-apa. Langsung di goreng aja.. Kalau saya di rumah seringnya pake tahu sutera. Tektur tahunya halus banget. Jadi tetap enak meski digoreng tanpa bumbu.
4. Petis Udang
Ini sudah pasti, karena ini yang bikin juara rasanya 😀
5. Emping belinjo
Kalau ga ada dirumah ya ga jadi masalah. Masih bisa kok menikmati Lontong Balapnya.. Yang penting Niat untuk memasak dan memakannya xixixixi :))
6. Naaahhh karena ini Lontong Balap ala ala guwe… ya terserah saya yaaa… kalau makannya pakai nasi putih.. tapi yakin deh, rasanya tetep enak dan bikin “imbuh”

Okeee langsung aja ga berfikir panjang, let’s do it.
1. Tumis bawang putih sampai harum lalu masukkan bawang merahnya
2. Kaldunya jangan lupa di didihkan, kalau dagingnnya udah empuk dan dirasa pas untuk disantap baru masukkan hasil tumisan tadi ke air kaldu
3. Tambahkan gula, garam, merica, kaldu sapi bubuk sesuai selera. Jangan lupa di incip atau di coba dulu yaa
4. Okee rasanya udah sip ya.. baru masukkan kecambah tadi, rebusnya ga usah lama-lama nanti kalau layu kan jadi ga asik waktu dimakan. Kalau saya sih, sukanya yang masih “kres-kres”. Lalu masukkan tomat dan daun bawang.
5. Siapakan mangkoknya, baru masukkan mie telor, tahu goreng dan siram dengan kuah plus kecambahnya. Sajikan selagi hangat. Emping dan petis udangnya jangan lupaaaa… Krausss
Nah, masaknya singkat banget kok ga perlu waktu yang lama. Kira-kira cuma 30 menit, langsung kenyang.

Ohhh ya, ternyata kecambah ini banyak manfaatnya lhoo.. Protein, karbohidrat dan vitamin. Jadi tips aja, kalau mau merebus kecambah waktunya sebentar aja.. Biar kandungan vitamin dan proteinnya ga banyak yang hilang. Okeee saya mau melanjutkan makannya dan menyiapkan makan malam untuk si Ayah RW yang sebentar lagi pulang kerja… Selamat mencoba ya…

katavanti-ayam-taliwang-003
Pengalaman pertama tinggal di kota yang jauh dari kampung halaman adalah sebuah pengalaman yang mengharuskan saya untuk bisa lebih mandiri, berfikir maju, berfikir cepat dan berani mengambil keputusan. Dan si Ayah RW selalu memberikan support kalau kami pasti bisa berkarir disini. Saat pertama menginjakkan kaki di kota Tangerang, sebuah kota yang berada di propinsi Banten dan berhawa cukup panas membuat saya sedikit jetlag. Kaget juga sih…. Salah satunya yang berkaitan dengan perut :p Apakah menu jajanan disini cocok dengan saya.. Semogaaaa *berdoa khusyuk*

Sembari menunggu kedatangan barang yang sebelumnya saya dan si Ayah RW kirim dari Malang, kami tinggal di rumah saudara di daerah BSD City. Dan kesan pertama saat tahu kawasan BSD yaa pastilah berdecak kagum dan woooowww gede banget kompleknya. Jujur yaaa, sampai seminggu saya tinggal di Tangerang, saya pun masih bingung dengan rute jalannya 😀
Read the rest of this entry »