Archives for category: Culinary

Mie_002

Semenjak ada baby Nanda, bangun kami jadi mruput (pagiiii) banget. Takut keduluan Nanda hahaha…. Nanda sihhh udah dipastikan udah bangun pagi. Jadi ibunya harus masak lebih awal untuk sarapan dan nyiapin bekal makan siang untuk si Ayah juga. Menu pagi sihh pengennya yang kenyang tapi bukan kenyang nasi. Nahh lohh repot banget pengennya. Maunya macem-macem tapi males juga masak yang ribet sih. Oohhh ya, kebetulan banget. Di rumah masih ada mie kering oleh-oleh dari Mama saya dari Kota Malang. Mienya enak banget sih, setelah di masak rasanya udah gurih. Read the rest of this entry »

“Hmmm… aromanya harum sekali masakan Ibu ini… pasti pakai bumbu sayang dan cinta yaaa..” kata suami saya sambil berjalan mendekati masakan saya. Tak lama pun, kami tertawa bersama. Begitulah gambaran suasana saat memasak di dapur. Terkadang disaat suami libur, kami sering memasak bersama. Hobby kami yang menyenangkan disaat senggang adalah memasak dan mencoba resep-resep baru. Karena kami punya bayi berusia 10 bulan, jadi menu yang kami masak pun adalah menu yang simpel  yang mudah dimasak dan bahannya pun mudah di dapat di tukang sayur. Sesekali kami juga senang wisata kuliner, Jelajah Rasa dari menu-menu kuliner Indonesia. Disela-sela makan pun, tak jarang kami suka iseng mendiskusikan bumbu dari makanan tersebut, Maklum saja, sesampainya dirumah kalau ada yang cocok mau dimodif ulang ala masakan kami 😀

Weekend pun telah tiba… horeee horeee horeee… Ada yang bantuin ngurusin bayi  nih, dan saya pun bersiap untuk memasak. Ehh, entah ada “bisikan” apa, suami mau masakin menu favorit keluarga kami. Seperti biasanya, daging ayam sudah “standby” di freezer siap untuk  diolah. Okey, menu ayam lombok ijo pun menjadi pilihan kami. Karena menu ini juga menjadi andalan suami saya, dengan menu ini ia bisa berubah menjadi chef keluarga yang super duper handal 🙂 Dan yang pasti, dia terlihat mempesona di depan kompor *tsah \:D/ Kata siapa memasak hanya untuk para ibu-ibu saja, suami saya juga jago masak lhooo… Karena semua bumbu masakan sudah ada dan mudah banget buat digunakan.Rempah-rempah yang ada dirumah kami memakai Koepoe-Koepe. Karena kemasan yang mungil, sehingga mudah disimpan. Selain itu banyak jenis produk untuk bumbu dapurnya, seperti lada putih bubuk dan kunyit bubuk. Yang sudah pasti ada didapur sihh ya si lada putih bubuk. Pedas dari ladanya sangat terasa, cocok untuk semua jenis masakan kami. Selain itu, saya yang hobby bikin kue dan camilan cookies juga memakai baking powder dan vanilli powder dari Koepoe-Koepoe. Suka banget sama aroma Vanilli Powdernya, harum banget. Ini cerita #CurhatanRasa saya bersama produk dari Koepoe-Koepoe. Pokoknya produk dari Koepoe-Koepoe ini selalu sedia deh dirumah kami. 
Masak_008

Read the rest of this entry »

lumpia

Kue lumpia adalah jenis kue yang bentuknya ga jauh beda dengan resolles. Sama-sama renyah dan gurih. Pasti sudah ga asing lagi dengan kue lumpia. Biasanya yang paling populer sih Lumpia Semarang. Dan makanan ini sekarang menjadi makanan khas dari Semarang. So, kurang lengkap klo main ke semarang tanpa cicip-cicip lumpia semarang *begono katanya 😀 Read the rest of this entry »

2014-02-12 15.29.56A

Sepertinya kota Tangerang Selatan mengalami musim summer. Panasnya mulai pagi sampai malam hari. Tapi  cuaca panas ini tidak menyurutkan niatan saya untuk membuatkan camilan gurih tapi ga bikin ribet… Udah mulai kuliah , pengen banget bikin kudapan ini. Dan pas ingin makan camilan ini selalu mengandalkan oleh-oleh dari saudara dari Bali. Dan itu lama banget, karena kumpul keluarga cuma setahun sekali… *kemecer ngiler :))

Dan sekarang setelah tinggal di Tangerang Selatan, lihat peta… dan Bali itu jauhhhh… Udah coba survei pedagang camilan juga disini, jarang banget yang jual pie susu. Syukurlah ada teman yang punya resepnya nih kue.. Langsung aja coba saya recook. yaaa coba di modif dikit, karena melihat perbekalan di kulkas hehe…

Selain itu enaknya bikin pie susu ini, ga perlu pake mixer. Ya maklum aja, perlatan perang untuk bikin “dunia perkue an” kurang yang namanya mixer. Ballon whisk pun belum ada… Mohon doanya yaaa biar bisa beli mixer  😀

Bahan untuk kulitnya :

  1. 150 gr tepung terigu
  2. 50 gr icing sugar (gula halus)
  3. 100 gr mentega
  4. 3 sendok makan air dingin

Cara buatnya :

Semuanya dicampur aja, klo di resepnya temen sihh penyebutannya “dikepel-kepel” tanpa di uleni. Lalu ambil secukupnya, letakkan di loyang cetakan pie.. Kalau saya sih pakai loyang yang ukuran diameter 7 cm.

2014-02-12 19.09.10A

untuk kulit pienya saat dicetak jangan terlalu tebal atau tipis. Dikira-kira saja untuk tebal tipisnya. Klo terlalu tipis nanti cepat gosong dan isianya meluber. Kata yang master resepnya *mbak Puji Rahayu , kalau di uleni malah bikin keras ga “kemepyur”  kulit pie nya. oowww itu lho rahasianya hehehe 😀 klo sudah sisihkan.

Bahan untuk isinya:

  1. 150 ml air putih
  2. 30 gr susu bubuk vanilla
  3. 2-3 sendok makan gula pasir (ini sesuai selera yaaa…)
  4. 2 butir kuning telur
  5. 1 sendok makan tepung maizena
  6. 1 sendok teh essence vanilla

Cara buatnya :

Untuk semua bahan isiannya di campur jadi satu. Aduk rata dan tuangkan secukupnya ke kulit pie yang sudah dibuat. Jangan terlalu banyak, hhmm maksudnya jangan rata dengan kulit pienya. Karena nanti susah matangnya. Kalau semua kulit pie sudah terisi adonan susu langsung saja masukkan ke oven. kira-kira suhu 150′ dengan waktu panggang 60 menit.

Tik…tuk..tik..tuk… setelah 60 menit akhirnya jadi juga nih pie susu… Hmmmm smells good . Aroma kulit pienya gurih banget… Dan saat dicopot dari loyang mudah banget, jadi ga merusak tekstur kuenya. 1 resep ini untuk 12 biji pie susu. Jadi cukup lumayan untuk keluarga kecil seperti saya, yang minim penghuni hehehe…

2014-02-12 15.28.09

Selamat mencoba para penikmat kue… Selamat memasak… dan yang pasti selamat makan…

2014-02-12 15.23.20A

Thanks for mbak Puji Rahayu

and i’m success recook this recipe :))

2014-01-22 20.09.19
Awal botok Tajam ini dibuat karena stock tahu sutera di kulkas rumah cukup banyak. Sebenernya bingung banget, mau dimasak model apa lagi ini tahu. Perkedel tahu udah pernah, oseng tahu dengan vegetable juga udah sering. Akhirnya coba di botok aja deh.. Meski bumbunya agak ribet dan masuk kedunia per”uleg”an yaaa dicoba aja..

Karena kemarin juga habis makan dengan menu ayam dan daging, menu botok ini bisa dijadikan menu alternatif anti kolesterol 😀
Oke… untuk bahannya juga mudah didapat di “bakul” sekitar rumah.

Bahan-bahannya : *monggo belanja*

  1. Tahu sutera atau tahu putih biasa. Klo kemarin sih pake tahu sutera sekitar 250 gram. Ga banyak juga karena penghuni dirumah cuma 2 orang hehe. Tahunya di potong kotak-kotak kecil biar mudah nanti dicampur dengan bumbunya.
  2. 10 buah Jamur kancing . Ini sebagai pelengkap aja, lebih enak sih karena ada krenyes-krenyesnya. Kalau ga ada jamur kancing juga dibisa diganti dengan jamur tiram. Di iris-iris kecil. oh ya, jenis jamurnya sesuai dengan selera aja…
  3. 2-3 cabe hijau besar di potong serong tipis
  4. 2 batang daun bawang di potong serong tipis
  5. 5-6 sendok makan santan kental
  6. 1 butir telur. Kalau ga mau pakai telur juga ga ada masalah kok. Ini telurnya hanya untuk memadatkan tekstur botoknya
  7. Daun salam (disesuaikan dengan jumlah bungkus daun pisangnya
  8. 4 buah tomat hijau potong tipis-tipis
  9. 8 lembar daun pisang

Bumbu yang dihaluskan :

  1. 5 siung bawang merah
  2. 4 siung bawang putih
  3. 1 ruas jari Laos muda yang diparut
  4. 5 lembar daun jeruk purut (untuk mempermudah dipotong kecil-kecil atau biasa disebut “dirajang” )
  5. 3 Cabe rawit merah (ini juga bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera aja ya )
  6. 2-3 cabe merah besar
  7. 1 sendok teh ketumbar
  8. Sedikit terasi
  9. 1/2 sendok teh garam (sesuai selera)
  10. 1/2 sendok teh gula (disesuaikan selera)

Cara pembuatan :

  1. Haluskan semua bumbu
  2. Campur semua bumbu halus bersama tahu, jamur, cabe hijau besar, daun bawang, dan santan kental
  3. Ohhh ya, sebelum ada telornya kalau bisa di incip dulu bumbunya apakah rasanya pas (manis atau asinnya)
  4. Kalau dirasa udah pas dan cocok seleranya baru deh telurnya masuk ke tahu dan teman-temannya tadi. Aduk rata.
  5. Bungkus semua bahan tadi dengan daun pisang
  6. Ambil 1 lembar daun salam di atas campuran tadi. Tutup dengan menyematkan tusuk gigi
  7. kukus kurang lebih 20-30 menit
  8. Sajikan hangat.

NB : Sajikan bersama nasi hangat, beri sedikit taburan Black pepper diatasnya dan cocolan sambel teri

Silahkan mencoba dan selamat menikmati di suasana penghujan seperti sekarang ini.. Hangat dan sedikit pedas… hehehe Selamat Makannnn *nyamm*

Recipe by : Vanti ^__^

2
Selamat pagi… Selamat beraktifitas. Itu adalah ucapan rutin di keluarga kecil kami saat akan melakukan aktifitas pagi. Dan kebiasan kami pun berlanjut dengan sarapan pagi dengan menu yang praktis, ringan, sekaligus sehat. Saya dan si Ayah memang membiasakan untuk sarapan dulu sebelum bekerja. Yaa memang notabene si Ayah yang bekerja dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari Tangerang Selatan ke Jakarta Selatan, membutuhkan tenaga yang ekstra.

Di sela kegiatan sarapan pagi, saya pun menyiapakan bekal makan siang untuk dibawa di Ayah bekerja. Memang sih, menyiapkan bekal dengan menu yang simpel namun penuh gizi butuh perjuangan. Ya maklum saja, takut bosen sih kalau menu bekalnya itu-itu aja. Karena waktunya untuk membuat bekal makan siang ini cukup mepet, yaaa saya pun kadang menyiasati dengan menu yang simpel ga butuh waktu lama untuk membuatnya. Contohnya: Tumis buncis dengan lauk tongkol sambal balado. Tempe kemul tepung dengan sayur kuah kecambah *resepnya ada di blog saya 🙂 *, Telor Gobal-Gabul (Telor dadar dengan ekstra bumbu) dan sup sayur sehat. Read the rest of this entry »

1
Ntah kenapa akhir-akhir ini wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya terik cuaca sangat panas sekali… Sampai-sampai kepala terasa pusing banget… Okeee es sirup selalu siap untuk diminum… dan es sirup ini minuman wajib buat keluarga saya.. terutama si Ayah RW, dialah yang selalu mengecek apakah keberadaan sirup masih tersedia di kulkas hehehe 😀

Sembari membuat es sirup favorit *ga berani sebut merk* 🙂 saya pun “bersih-bersih” isi kulkas. Maklum tadi pagi ga sempat masak, yaaa masaknya hanya untuk bekal makan siang si Ayah RW. Setelah 10 menit berlalu, saya menemukan sebungkus kecambah. Waahhh lumayan nihhh, buat makan siang. Okeee resep pertama mau coba dibikin tumis kecambah. Aahhh… kemarin sepertinya udah deh menu tumis buncis. Siang-siang gini pengen yang berkuah yang segar, Sippp Lontong Balap ala ala ala guwe… Yaaa ala ala ala guwe (baca:saya) hahaha… Maklum yaa, ini baru pertama kali bikin longtong balap. Selama ini kalau pengen lontong Balap tinggal request aja ke mama 🙂

Dan saya beruntung banget, kalau beberapa hari kemarin dapat kiriman Petis Udang khas Sidoarjo, yang memang dijamin rasanya juara banget. Beneran, ini petis ga ada yang bisa ngalahin \:D/ Okee deal, menu makan siang ini Lontong Balap ala ala guwe hehehehe….

Pertama saya harus menyiapkan :
1. 3 siung bawang putih, cincang
2. 2 siung bawang merah, cincang
3. 1 batang daun bawang, cincang
4. Daging sapi sesuai selera
5. Tomat, potong dadu
6. kurang lebih 700 ml kaldu sapi (kalau saya sihhh ya dikira-kira yang cukup untuk porsi 4 orang)
7. Garam, gula, merica, kaldu bubuk sapi secukupnya dan sesuai selera

Eitttsss… ini bahan pendukung lontong balapnya jangan lupa… ini berhasil saya timbun di dapur dan ternyata berguna *surak*
1. Kecambah yang segar dan udah di cuci
2. Mie telor kering.
kalau mau di pakai langsung aja direbus di air. airnya kasih sedikit minyak sayur biar ga lengket. Kalau saya sih cara merebus mienya hampir sama dengan cara merebus pasta.
3. Tahu goreng yang plain.
Maksudnya plain itu ga perlu di kasih bumbu apa-apa. Langsung di goreng aja.. Kalau saya di rumah seringnya pake tahu sutera. Tektur tahunya halus banget. Jadi tetap enak meski digoreng tanpa bumbu.
4. Petis Udang
Ini sudah pasti, karena ini yang bikin juara rasanya 😀
5. Emping belinjo
Kalau ga ada dirumah ya ga jadi masalah. Masih bisa kok menikmati Lontong Balapnya.. Yang penting Niat untuk memasak dan memakannya xixixixi :))
6. Naaahhh karena ini Lontong Balap ala ala guwe… ya terserah saya yaaa… kalau makannya pakai nasi putih.. tapi yakin deh, rasanya tetep enak dan bikin “imbuh”

Okeee langsung aja ga berfikir panjang, let’s do it.
1. Tumis bawang putih sampai harum lalu masukkan bawang merahnya
2. Kaldunya jangan lupa di didihkan, kalau dagingnnya udah empuk dan dirasa pas untuk disantap baru masukkan hasil tumisan tadi ke air kaldu
3. Tambahkan gula, garam, merica, kaldu sapi bubuk sesuai selera. Jangan lupa di incip atau di coba dulu yaa
4. Okee rasanya udah sip ya.. baru masukkan kecambah tadi, rebusnya ga usah lama-lama nanti kalau layu kan jadi ga asik waktu dimakan. Kalau saya sih, sukanya yang masih “kres-kres”. Lalu masukkan tomat dan daun bawang.
5. Siapakan mangkoknya, baru masukkan mie telor, tahu goreng dan siram dengan kuah plus kecambahnya. Sajikan selagi hangat. Emping dan petis udangnya jangan lupaaaa… Krausss
Nah, masaknya singkat banget kok ga perlu waktu yang lama. Kira-kira cuma 30 menit, langsung kenyang.

Ohhh ya, ternyata kecambah ini banyak manfaatnya lhoo.. Protein, karbohidrat dan vitamin. Jadi tips aja, kalau mau merebus kecambah waktunya sebentar aja.. Biar kandungan vitamin dan proteinnya ga banyak yang hilang. Okeee saya mau melanjutkan makannya dan menyiapkan makan malam untuk si Ayah RW yang sebentar lagi pulang kerja… Selamat mencoba ya…

katavanti-ayam-taliwang-003
Pengalaman pertama tinggal di kota yang jauh dari kampung halaman adalah sebuah pengalaman yang mengharuskan saya untuk bisa lebih mandiri, berfikir maju, berfikir cepat dan berani mengambil keputusan. Dan si Ayah RW selalu memberikan support kalau kami pasti bisa berkarir disini. Saat pertama menginjakkan kaki di kota Tangerang, sebuah kota yang berada di propinsi Banten dan berhawa cukup panas membuat saya sedikit jetlag. Kaget juga sih…. Salah satunya yang berkaitan dengan perut :p Apakah menu jajanan disini cocok dengan saya.. Semogaaaa *berdoa khusyuk*

Sembari menunggu kedatangan barang yang sebelumnya saya dan si Ayah RW kirim dari Malang, kami tinggal di rumah saudara di daerah BSD City. Dan kesan pertama saat tahu kawasan BSD yaa pastilah berdecak kagum dan woooowww gede banget kompleknya. Jujur yaaa, sampai seminggu saya tinggal di Tangerang, saya pun masih bingung dengan rute jalannya 😀
Read the rest of this entry »

Croissant

Siapa sih yang ga kenal dengan croissant. Hampir tiap pergi ke mall selalu nyempetin beli croissant. Ada beberapa jenis croissant yang aku suka. Chocolatte cheese croissant yang gurih berpadu dengan manisnya coklat menjadi favoritku. Bantuknya yang unik, berlapis-lapis dan gurih memang enak banget dinikmati untuk kudapan sore atau pagi hari ditemani teh atau kopi hangat hmmm yummy. Eeeittss…. Tunggu dulu… Buat pecinta croissant seperti saya 😀 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dibalik kelezatan croissant ada beberapa zat bahaya. Zat tersebut nanti dapat mengakibat beberapa penyakit lhooo. Padahal roti  panggang seperti croissant ini banyak banget di konsumsi masyarakat untuk sarapan pagi. Read the rest of this entry »

Tidak dapat dipungkiri, waktu 8 jam kerja bahkan lebih membuat kita sebagai wanita karir yang bekerja di kantor menjadi waktu “keramat”. Aku sih menyebutnya “keramat” karena 8 jam waktu berjalan tersebut kita dituntut untuk lebih aktif, lebih cepat bahkan harus multi tasking dalam bekerja. Ini semua karena tuntutan permintaan si bos yang serba mendadak dan deadline yang terus mengejar kita… *semangat-semangat*.

Ga heran, kalau ditengah perjalan pekerjaan kita sering merasa lelah bahkan sampai mengantuk. Gawat kan klo si bos tiba-tiba datang!!! Nahh, untuk mengatasi ngantuk yang datangnya ga diundang ini, kadang kita selalu membawa “peralatan tempur” dari rumah. Iya peralatan tempur yang wajib dibawa adalah camilan atau makanan ringan. Melihat dan mengamati teman sekantor, camilan yang sering dibawa biasanya sih biskuit atau coklat. Memang, camilan ini praktis dan mengandung karbohidrat serta praktis. Karena makanan ini mengandung gula. Jadi bisa menambah energi kita.

Tapi ternyata ada yang lebih ampuh lagi untuk mengatasi rasa ngantuk dikantor. Yaakk, benar.. Telor.. Karena protein di putih telor tenyata bisa meningkatkan sel-sel yang membantu kita tetap terjaga. Jadi ya ga mudah ngantuk deh. Ini sudah diteliti di kampus sebelah Cambridge University ^_^   Nah, buat yang sering melalakukan “ritual” membawa bekal buat ke kantor, ga ada salahnya klo di beberapa menu kita disisipin telor. Roti dengan telor, nasi sayur dengan telor… yaaa mari berkreatif dengan telor. Ohhh ya, banyak yang beranggapan sering mengkonsumsi telor bisa terkena kolesterol.. Ga juga kok, telor bukan faktor utama penyebab meningkatnya kolesterol. Itu karena lemak yang kita konsumsi dari makanan lain. Klo gitu, ga ada masalah dengan membawa bekal telor. selain itu, kita juga harus mengimbangi sama olahraga, dan pastinya jangan merokok.

Untuk menu-menu bekal telor yang praktis tapi menyehatkan akan di share di katavanti.wordpress.com  Tetap semangat bekerja, dan tetap menjaga asupan makanan kita juga…